Spider-Man: Far From Home bercerita tentang kehidupan Peter Parker (Tom Holland) setelah Avengers: Endgame. Ia menjalani hidup dalam kesedihan karena kehilangan sang mentor, Tony Stark alias Iron Man.

Peter tidak bisa menjadi pahlawan super sepenuhnya lantaran masih menimba ilmu di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Ia menyadari hal itu, sampai akhirnya ia sempat tak ingin menjadi Spider-Man saat sedang berlibur ke Eropa selama dua minggu bersama teman-teman sekolahnya.

Liburan Peter tak berjalan sesuai rencana karena ia kedatangan Nick Fury (Samuel L Jackson). Nick memperkenalkan Peter dengan Quentin Beck alias Mysterio (Jake Gyllenhaal) untuk bekerja sama menghadapi Hydro-Man.

Menariknya, Mysterio bukan berasal dari semesta di mana Peter hidup. Ia datang dari semesta lain, sebagai dampak dari upaya Iron Man dalam Avengers: Endgame membuka semesta baru menggunakan infinity stones sehingga terhubung dengan semesta yang ditempati Spider-Man.

“Kenalkan ini Beck. Beck berasal dari Bumi, bukan Bumi kita,” kata Nick dalam trailer.

Trailer Spider-Man: Far From Home sebenarnya menimbulkan pertanyaan. Salah satunya, ketika Peter liburan bersama teman sekolah. Diketahui, Peter kembali hidup dalam Avengers: Endgame setelah Bruce Banner alias Hulk menjentikkan jemari yang telah dipasangi infinity stone.

Hulk diceritakan menjentikkan jemari lima tahun setelah Thanos menghilangkan sebagian semesta pada Avengers: Infinity War (2018). Pertanyaan yang muncul adalah berapa umur Peter dan teman sekolahnya.

Sutradara Jon Watts menjelaskan bahwa teman-teman Peter seperti Ned (Jacob Batalon), MJ (Zendaya) dan Flash (Tony Revolori) ikut menghilang saat Thanos menjentikkan jemari. Dengan begitu, ketika kembali ke dunia mereka berada di usia yang sama.

Sementara, teman sekolah Peter lain yang selamat dari jentikan jemari Thanos berusia lima tahun lebih tua. Hanya saja, mereka belum terlihat dalam cuplikan tersebut.

Watts membandingkan hal tersebut dengan film Flight of the Navigator (1986). Dalam film tersebut diceritakan seorang anak laki-laki yang menghilang dan kembali delapan tahun kemudian.

Ketika datang ke rumah, ia bertemu dengan adiknya yang ternyata lebih tua beberapa tahun dari dirinya. Kejadian itu serupa dengan apa yang terjadi di film-film Marvel Cinematic Universe (MCU), termasuk Spider-Man: Far From Home.

“Itu situasi yang sangat aneh untuk membuat kalian percaya, tapi itu juga sesuatu yang bisa membuat kalian bersenang-senang,” kata Watts seperti dilansir Entertainment Weekly.

Pertanyaan berikutnya adalah mengenai semesta baru yang terhubung dengan semesta di mana Spider-Man tinggal. Nick menjelaskan semesta lain berhubungan dengan semesta yang ditempati Spider-Man setelah peristiwa jentikan jemari. Hal itu membuat makhluk di berbagai semesta bisa saling bertemu.

“Endgame membuka kemungkinan alam semesta yang jauh lebih besar. Semua hal itu berhubungan dengan cara yang sempurna untuk kita,” kata Watts.

Spider-Man: Far From Home merupakan akhir dari fase ketiga Marvel Cinematic Universe, sekaligus kisah pasca saga infinity. Film ini dijadwalkan rilis di Indonesia pada Rabu (3/7) mendatang.

Nonton Film Online Spider-Man: Far From Home (2019) Subtitle Indonesia di SulingTV

Advertisements

Published by sulingtv

Nonton Film Online Subtitle Indonesia

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: